Shy-na


Ibu rumah tangga,

sebuah pekerjaan yang tidaklah mudah.

Butuh manajemen waktu yang efisien, karena pekerjaan yang tiada habisnya, lihat saja, pagi masak n nyiapin keperluan suami, trus setelah suami pergi kerja, bersih2, cuci, seterika, belanja, masak lagi buat siang. Siang nemenin suami makan n istirahat, siap2 lagi buat sore, trus setelah suami pulang, mendengarkan cerita2nya n menemaninya…

Itu kalau masih belum punya anak, kalau sudah punya putra, tentu tugasnya lebih banyak lagi. Dan belum bekerja, kalau nanti sudah lulus dan bekerja…wah…keluarga tetap yang utama.

Butuh manajemen keuangan yang handal.

Butuh manajerial skill di bidang personalia (dengan mendelegasikan beberapa tugas), butuh pengetahuan di bidang psikologis, kesehatan, pendidikan, sosial, keagamaan…

my sweetheart

Tapi,

sungguh jadi ibu tumah tangga itu menyenangkan, menjadi ratu dalam rumahnya, menjadi orang yang paling mengerti dan paling dituju oleh keluarganya.

Bukankah keberhasilan seorang wanita adalah memiliki rumah tangga yang menyenangkan dan putra putri sholih sholihah yang berhasil dunia akhirat???

Iklan

i love u

TeddybearRindu adalah rasa yang membuat qt mensyukuri sebuah pertemuan,

mengingat kenangan2,

menguatkan harapan untuk menjadi lebih baik saat nantinya bertemu kembali.

 

 

 

Sayang adalah rasa yang membuat qt bersyukur atas kehadiran seseorang dalam kehidupan qt,

yang membuat qt menjaganya juga menyayangi qt,

yang menghadirkan rasa ingin membuatnya bahagia,

yang membuat qt sanggup mendengar cerita2 dan keluh kesahnya.

 

Cinta adalah rasa yang menggabungkan keduanya,

ditambah bermacam2 bumbu yang menambah rasanya,

yang membuat qt tak pernah bosan meski tiap hari bertmua dan bercerita.

 

Yang kesemuanya,

jika adalah karenaNya,

pastilah indah,

maka melewatinya pastilah berbuah sakinah.

              

                            4 my sweetheart,

                            guess how much i love u…

Menghitung bulan, minggu, hari,
dalam harap-harap cemas,
dalam bahagia bercampur ragu,
masih belum pasti,
masih tak tahu endingnya,
tak tahu kejutan apa yang akan diterima.

Rabbana,
aku tak tahu kenapa,
semakin dalam ketakutan,
makin terasa berat beban dan kewajiban,
membuat makin tak mau tahu,
tak berani melongok ke dalam hati.

Rabbi,
jangan biarkan aku dalam kecemasan tiada berdasar ini,
bantu hambaMu tuk bangkit tegak menujuMu,
penuhilah hati ini dengan tawakkal dan ridho atas yang Kau anugerahkan untukku,

Rabbi,
sesungguhnya hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepadaMu,
bertemu untuk taat kepadaMu,
bersatu dalam rangka menyeru di jalanMu,
berjanji setia untuk membela syariatMu,
maka kuatkanlah ikatan pertaliannya Ya Allah,
abadikanlah kasih sayangnya,
tunjukilah jalannya,
dan penuhilah dengan cahayaMu yang tidak pernah redup,
lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepadaMu,
hidupkanlah dengan ma’rifahMu,
matikanlah dalam keadaan syahid di jalanMu.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung,
dan sebaik-baik penolong.

Wanita Sholihah itu……..

Pandai MENJAGA LISANNYA….
Menjauhi GHIBAH dan DUSTA…..
Pandai Menyimpan RAHASIA…….
Dia pandai MENGATUR HARTA….
Tidak suka BERFOYA-FOYA… HEMAT dan CERMAT….. dalam BERBELANJA…
Dia MENYEJUKKAN…. DI MATA suaminya…… Selalu Riang… dan PENUH CINTA……
SANTUN dan SOPAN dalam BERTUTUR KATA…. Hatimu tentram ketika MELIHATNYA…
Jiwamu senang ketika MEMANDANGNYA…
Masalahmu terpecahkan dg mendengar PENDAPATNYA….
Wanita Sholihah itu, Dialah PERHIASAN TERINDAH di dunia….
Penghias KEHIDUPAN suaminya…
“Tiada kekayaan yg diambil seorang mukmin setelah takwa kepada Allah yang lebih baik dari istri sholihah.” [Hadits Riwayat Ibn Majah]

Sungguh tiada seorang wanitapun yang tidak ingin menjadi perhiasan yang terindah di dunia,
Namun, tiada seorang wanitapun yang sempurna,
dia perlu ditempa, perlu sebuah proses menjadi mutiara,
perlu orang yang dengan sabar mendidik dan menasehati,
perlu dukungan dan motivasi.

Entahlah,
Gundah,
Kenapa?
Masih meragukanku?
Bahkan sedikitpun tak pernah aku berpikir begitu.
Masih kurangkah?
Menjadikanku bertanya tanya,
Atas dasar apa?
Akankah menerima apa adanya?

Aku bukan malaikat yang tak diragukan ketaatan padaNya,
aku manusia biasa,
yang sedang mencoba menjadi hamba yang diridhoiNya.

Betapa hati terlalu sensitif saat ini,
Terlalu peka dengan apa yang ditorehkan padanya,
Kadang berpikir tak perlu ini itu.
Sudahlah,
Biar nanti saja kau tahu,
apa adanya diriku.

Maafkan hambaMu ya Rabb,
yang sungguh hanya seperti sebutir pasir di pantai yang luas,
Tanpa Mu ya Rabb,
apalah aku ini,
Aku memohon dengan rahman rahim Mu,
Hangatkan aku dalam buaian kasihMu, cukupkan hatiku dengan Mu,
Sayangi aku dengan kelemahlembutan Mu,
ya Rabb,
aku rindu.

Bukankah yang kita anggap baik belum tentu baik bagi kita?

Dan yang kita anggap tidak baik, boleh jadi justru yang terbaik untuk kita?

Kadang, keinginan, doa kita, dikabulkan langsung olehNya.

Terkadang juga, dikabulkan tapi tidak saat itu juga, tunggu dulu, tapi Ia berikan juga.

Tapi tak jarang, Allah menggantikannya dengan yang tak sama, bahkan lebih baik dari apa yang kita minta.

 

Seperti kita berangan-angan ada  pisang goreng di sore yang dingin.

Bisa jadi kita pulang dan langsung mendapatinya.

Bisa jadi pula seminggu kemudian.

Bisa jadi pula yang dihidangkan adalah kolak pisang yang tak kalah lezatnya, bahkan lebih enak ^_^.

 

Jangan berhenti berharap, berdoa,berprasangka baik padaNya.

 

love rosesDan untuk yang kini Ia hadirkan untukku,

sungguh ya Rabb,

berjuta syukur  kupanjatkan padaMu.

Engkaulah yang paling mengerti aku,

dan  tahu yang terbaik untukku.

 

Laman Berikutnya »