Catatan kecil…


Kemarin, tanggal 22 Juni 2016, saya mengurus mutasi keluar mobil dari semarang ke sukoharjo, jawa tengah. Prosesnya mulai jam 8, selesai jam 12.

  1. Datang ke kantor samsat Pedurungan, cek fisik mobil, biaya gratis.
  2. Pengesahan cek fisik, gratis.
  3. Masuk ke bagian mutasi keluar, disuruh menunjukkan BPKB asli, STNK asli, PKB terakhir asli, KTP asli yg akan dituju, kuitansi jual beli bermaterai 6000. Lalu disuruh fotokopi itu semua.
  4. Ke bagian arsip di belakang gedung samsat ambil arsip salinan STNK.
  5. Ke polda jateng ambil arsip salinan BPKB.
  6. Balik lagi ke samsat Pedurungan (saya naek bis trans Semarang) ke bagian mutasi keluar yang tadi, disuruh bayar 150 ribu {padahal menurut PP 50 tahun 2010 cuma 75 ribu, tapi karena ga tau dan capek bolak balik yaudah bayar aja :(}. Disini saya dikasih surat jalan.
  7. Ke bagian apa ga tau namanya antri buat ambil nomer antrian (?)
  8. Ke bagian kasir, ini saya ga bayar karena belum jatuh tempo pajak.
  9. Ke bagian fiskal dikasih selembar kertas keterangan.
  10. Ke bagian jasa raharja minta tandatangan dan stempel.
  11. Udah selesai, pulang…, dijanjikan surat pengantar mutasi akan keluar 2 minggu lagi.

Pokoknya untuk mengurus ini, harus sabar antri, dan meluangkan waktu 1 hari kerja (ini pas lepas jaga).

See u later…

Iklan

Ibu rumah tangga,

sebuah pekerjaan yang tidaklah mudah.

Butuh manajemen waktu yang efisien, karena pekerjaan yang tiada habisnya, lihat saja, pagi masak n nyiapin keperluan suami, trus setelah suami pergi kerja, bersih2, cuci, seterika, belanja, masak lagi buat siang. Siang nemenin suami makan n istirahat, siap2 lagi buat sore, trus setelah suami pulang, mendengarkan cerita2nya n menemaninya…

Itu kalau masih belum punya anak, kalau sudah punya putra, tentu tugasnya lebih banyak lagi. Dan belum bekerja, kalau nanti sudah lulus dan bekerja…wah…keluarga tetap yang utama.

Butuh manajemen keuangan yang handal.

Butuh manajerial skill di bidang personalia (dengan mendelegasikan beberapa tugas), butuh pengetahuan di bidang psikologis, kesehatan, pendidikan, sosial, keagamaan…

my sweetheart

Tapi,

sungguh jadi ibu tumah tangga itu menyenangkan, menjadi ratu dalam rumahnya, menjadi orang yang paling mengerti dan paling dituju oleh keluarganya.

Bukankah keberhasilan seorang wanita adalah memiliki rumah tangga yang menyenangkan dan putra putri sholih sholihah yang berhasil dunia akhirat???

Betapa Allah itu maha Kuasa.

Kuasa atas segala sesuatu.

Dan betapa kita sama sekali tidak punya kekuasaan apapun,

bahkan terhadap diri kita sendiri.

  (lebih…)

Bagaimana jika menyadari bahwa akan kehilangan seseorang yang sangat berarti?
Yang telah lama membersamai,
yang telah sangat mengerti,
Meski mungkin ada yang mengganti,
namun tetap tak bisa terganti.

Meski mungkin lambat laun akan beradaptasi,
namun butuh waktu,
butuh keberanian,
butuh kemandirian, tuk hadapi.

Seperti mencabut sebatang pohon yang telah kokoh,
akan terasa berat dan menyakitkan,
akan meninggalkan bekas dan sisa akar,
yang dalam.

Namun waktu terus berjalan,
tak mungkin konstan.

Kenyataan harus dihadapi,
dengan lapang,
dengan jiwa besar.

Kehidupan telah digariskan.
Kita seperti kereta,
yang mengikuti rel.
Seperti air sungai,
yang mengikuti alurnya.
Lahir, menjadi balita, TK, SD, SMP, SMU, kuliah,
kerja, menikah, punya anak, cucu, menjadi tua,
meninggal…

Tlah diatur dengan sedemikian pas dan rapi olehNya,
dan kini tinggal melaluinya dengan bersandar pada aturanNya,
mengatur kecepatan kereta,
memilih jika ada percabangan,
kadang berhenti sejenak,
kadang me-repair jika ada yang tidak berfungsi,
mengangkut orang atau barang,
lalu menurunkannya jika tlah sampai tujuan,
berganti-ganti penumpang,
kepanasan,
kehujanan,
melihat pemandangan,
dan jika tlah sampai akhir perjalanan,
jika waktu tlah tiada tersisa,
maka akan teronggok,
meninggalkan beragam kenangan.
sobat

Nanas,
saat merangkai puzzle-puzzle dalam ruang hatiku.

indah Dimanapun kita berada, sama saja,tetap di bumi Allah.
Namun, tak ada salahnya, jika memilih tempat yang dapat membantu kita tetap pada jalanNya Lingkungan dekat masjid, dekat dengan tetangga-tetangga yang sholih, kos atau kontrakan yang penghuninya adalah orang-orang hanif, tempat kerja yang memungkinkan bekerja dengan tenang dan lurus, tempat kuliah yang member manfaat dunia akhirat, dll yang baik. Tak ada salahnya memilih yang seperti itu.
Jika ada yang memilih tempat yang ‘menantang’, dengan harapan dapat mewarnainya dengan warna yang indah, itupun sungguh mulia.

(lebih…)

Begitu besarnya kekuatan kata, sampai-sampai Al Qur’an member petunjuk tentang bagaimana mengungkapkannya.

Secara prinsip, gunakan qaulan layyinan (perkataan yang menyentuh hati) bila menghadapi seperti Fir’aun, yakni keras kepala, merasa paling benar, dan tidak mau disalahkan.

Bila menghadapi orangtua, berbicaralah dengan qaulan kariman sehingga mereka merasa dimuliakan dan dihormati.

Bila berbicara kepada anak, hendaknya menggunakan qaulan sadidan jika ingin melahirkan anak-anak yang tangguh dan unggul. Secara harfiah, qaulan sadidan berarti perkataan yang jujur. Maksudnya, dalam berbicara kepada anak, hendaknya langsung ke permasalahan, lurus, jujur, benar, tanpa tedeng-tedeng aling-aling, dan tidak ada yang berbohong, juga dikemas dengan lemah lembut.

 

wordsBerawal dari kata, kita saling mengenal.

Dari kata-kata, bisa membuat jatuh cinta.

Dari kata-kata, bisa membuat bersemangat.

Bisa juga membuat marah atau kecewa.

Jadi, hati-hati menyusun kata.

alif-calendar

Tak terasa tahun telah berganti, sudah 2009 M, 1430 H. Sudah bertambah usia, sudah banyak yang dilewati, sudah bertambah yang dipelajari. Sudah semakin dewasa, seharusnya.

Merenungkan kembali apa yang telah lalu, menjadikannya sebagai pelajaran, dan kemudian menyusun rencana masa depan. Rencana yang realistis, yang berorientasi tak hanya untuk dunia, tapi juga untuk yang lebih jauh lagi, akhirat.

Kemudian berusaha merealisasikannya, sembari bertawakkal padaNya,yakin akan diberi yang terbaik olehNya, ridlo dengan segala keputusanNya.

Laman Berikutnya »