Betapa Allah itu maha Kuasa.

Kuasa atas segala sesuatu.

Dan betapa kita sama sekali tidak punya kekuasaan apapun,

bahkan terhadap diri kita sendiri.

 

Menjadi orang yang berprofesi dekat dengan kesehatan, dan kematian, membuat semakin menyadari tak ada apa-apanya kita sebagai manusia.

Saat ini sedang koass di bagian Mata.

Kemarin, ada pasien trauma tajam okuli, dan matanya yang semula tidak apa-apa, menjadi tak bisa melihat sama sekali (karena prolaps iris, rupture kornea, dan vitreus bleeding).

Ada juga yang mengalami kelainan bawaan, perlahan-lahan penglihatannya menurun sampai tidak bisa melihat, Retinitis Pigmentosa, yang timbul di usianya yang ke 37 tahun, dan belum ada obatnya.

Banyak yang menderita katarak senilis, kekeruhan lensa karena usia.

Ada lagi yang lapang pandangnya semakin sempit karena glaukoma kronis, dan harus memakai obat seumur hidup.

Ada banyak lagi penyakit mata lainnya.

Ya tidak semuanya berat si…

Ada juga yang hanya konjungtivitis (=belekan), atau hordeolum (=timbilen).

Tapi kan masih tetap enak punya mata yang sehat.

Mata, mungkin kita menilai hanya bagian kecil dari tubuh kita yang kadang kita sepelekan.

Namun sungguh, organ ini adalah jendela yang membuat kita dapat menikmati keindahan ciptaanNya.

Melalui mata, kita belajar mengenal wajah orang-orang terdekat kita, membantu kita membaca, membedakan warna, dapat mencerminkan ekspresi kita, dan banyak hal lainnya.

Mata adalah salah satu nikmat yang wajib kita syukuri, dan kita jaga.

Mensyukurinya dengan berusaha hanya menggunakannya untuk melihat apa yang dibolehkan, menjaganya dengan memenuhi haknya akan makanan yang baik dan istirahat yang cukup.

Sungguh pasti nanti akan ditanya, ‘untuk apa kedua mata yang Kuanugerahkan kepadamu kau gunakan?