Oktober 2008


Petunjuk “melihat” gambar :
– Kalau pandangan mata Anda mengikuti gerakan putaran bulatan warna PINK, maka hanya akan terlihat bulatan satu warna yaitu PINK.
– Tapi kalau pandangan mata Anda terpusat ke tanda “+” hitam di tengah, maka bulatan yang berputar akan berubah warnanya menjadi HIJAU.
– Kemudian jika pandangan mata Anda konsentrasi penuh ke tanda “+ “ hitam di tengah-tengah gambar, maka perlahan-lahan bulatan warna PINK akan menghilang, dan hanya akan terlihat satu saja bulatan yang berputar yaitu warna HIJAU.

Subhanallah! , sangat mengagumkan cara otak kita bekerja. Sebenarnya tidak ada bulatan warna hijau, dan bulatan warna pink juga tidak menghilang.
Rasanya cukup membuktikan bahwa kita tidak selalu melihat apa yang kita pikir, dengan kata lain kita melihat sesuatu “bukan apa adanya” tapi “sebagaimana kita melihatnya” .

Kadang kita menghadapi suatu masalah merasa “sangat sulit” atau “sangat berat” (baik di tempat kerja, di keluarga, di lingkungan masyarakat maupun masalah pribadi diri sendiri), bahkan kadang terlintas pertanyaan di benak kita, kenapa demikian berat beban masalah/cobaan yang kita terima ? (padahal kalau kita menerima anugrah/hadiah/ kenikmatan yang demikian besar, kita tidak pernah mempertanyakan nya, kenapa kok saya yang menerima). Dan kadang kita lupa dengan doa : berilah beban yang aku sanggup memikul nya….

Berat/ringan, kecil/besar, masalah/bukan masalah, sedih/gembira, hukuman/pahala, derita/bahagia. ..dst…..hanyalah “cara pandang” kita terhadap sesuatu ?
Suatu peristiwa/kejadian yang sama, namun jika melihatnya dengan sudut pandang yang berbeda serta me-makna-inya dengan berbeda kemudian menyikapinya dengan cara yang berbeda pula, maka hasil-nya juga akan berbeda. Semua hanya ada di benak kita sendiri ! Karena otak kita lah yang membuatnya berbeda ! Jika suatu peristiwa yang negatif namun kalau kita memandang/memaknai nya sebagai hal yang positif dan kita menyikapi dengan cara yang positif maka hasilnya pun akan positif pula.
Dan begitu sebaliknya …..

~Have a wonderfull life~

“Dari seorang teman, makasih ya…”

Iklan

                

Sempat terpikir tadi, pasien-pasien di bangsal Penyakit Dalam ini pada sholat ga ya?? Kalau keluarganya si ada beberapa yang tak liat masih sholat, tapi pasiennya….kurang tahu…tapi sejak aku di sini 5 minggu yang lalu, belum pernah aku melihat ada pasien yang sholat, atau tanya apakah boleh kena air wudhu? Atau… bagaimana ya sholatnya? Yang ada cuma pasien atau keluarga pasien yang tanya infusnya, penyakitnya, boleh makan apa aja, ya pokoknya masalah kesehatannya lah…atau kalau tidak, ya masalah administrasi.

Padahal, sholat adalah kewajiban, termasuk rukun Islam, yang menjadi pembeda antara seorang mukmin dengan kafir. Padahal, bukanlah dokter yang menyembuhkan, tapi Allah-lah yang menyembuhkan. Dan bagaimana bisa melupakanNya? Padahal, Dia yang menyempitkan tapi Dia juga maha Kuasa meluaskan.

Padahal, dalam aya-ayat cintaNya “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Padahal, Allah tlah memberi keringanan, dapat bersuci baik dengan air maupun debu yang suci. Lalu dapat sholat dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring.

Istiqomah memang sulit..semoga kita termasuk orang-orang yang istiqomah di jalanNya. Amiin…

Hampa, tak terasa apa-apa.

Ringan, hingga bebas melayang-layang.

Jernih, hingga sejauh mata memandang, dapat tampak tembus pandang.

Cair, mengalir, tiada tahanan.

 

Rabbana laa tuzigh quluubana, ba’da idzhadaitana, wahablana min ladunka rohmah, innaka antal wahhaab..

Ya Rabb, janganlah Engkau sesatkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk, dan berilah rahmat kepada kami dari sisiMu, sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi..amin..

 

 

                                              Saat hati ini hanya untuk-Nya,

                                      ‘Allah dan RasulNya cukup bagi kami,

                                         Dan hanya kepadaNya kami kembali.’

Sebelum masuk Interna (Bag. Penyakit Dalam), dulu kukira penderita Diabetes Melitus (DM) atau kencing manis, tidaklah banyak dan yah..biasa saja. Setelah masuk bagian ini, ternyata banyak sekali orang yang menderita DM lengkap dengan komplikasinya. Point penyebab dari penyakit ini adalah karena kekurangan insulin ataupun resistensi insulin (bingung???). Insulin adalah zat yang membantu memasukkan gula ke dalam tubuh. Gula adalah makanan bagi sel-sel tubuh kita, yang dihasilkan dari pemecahan makanan yang kita makan. Nah, jadi, kalau gula tidak dapat masuk ke dalam sel, maka sel akan kelaparan. Akibatnya, sel akan mencari makan dari pemecahan protein otot atau lemak tubuh, hal inilah yang membuat penderita semakin turun berat badannya. Selain itu, penderita juga akan terus-menerus merasa lapar meski kadar gula dalam tubuhnya tinggi, sehingga menjadi lebih sering makan (polidipsi). Gula yang berlebihan dalam tubuh akan dikeluarkan melalui urin (air seni). Sifat gula adalah menarik air, jadi orang dengan kadar gula darah tinggi akan lebih sering buang air kecil (poliuri). Karena sering BAK, maka sel akan merasa haus, sehingga penderita akan lebih sering minum (polidipsi).

Insulin, mengapa jumlahnya berkurang? Mengapa bisa terjadi resistensi insulin (insulin-nya tidak begitu bagus kualitasnya)? Pada beberapa orang dengan kelainan genetik, mereka memang tidak mampu menghasilkan insulin dalam jumlah cukup atau hanya sedikit sekali produksinya. Biasanya mereka ini terkena DM pada usia yang masih muda. Tapi kebanyakan orang terkena penyakit ini pada usia dewasa tua, mungkin itu karena beberapa faktor: gemuk, mempunyai tekanan darah tinggi, kurang olah raga, dan konsumsi makanan berlemak.

 

Minggu ketiga di Interna, giliran di RIW (ruang inap wanita), ada banyak pasien DM. Yang menjadi salah satu pasienku adalah seorang nenek (66 tahun), yang datang dengan keluhan utama sesak napas sejak 1 bulan yang lalu. Berdasarkan hasil anamnesis, diketahui bahwa nenek ini mempunyai riwayat DM sejak 5 tahun yang lalu, juga ada riwayat hipertensi sejak 6 tahun yang lalu. Selain sesak, terdapat luka di kaki kanannya yang tidak kunjung sembuh sejak 8 bulan yang lalu, yang juga berbau. Memang pada anamnesis, hanya ditemukan penurunan berat badan dan polidipsi, tapi tidak ditemukan poliuri dan polifagi. Bahkan pasien cenderung mual, susah makan, dan lemas. Hasil pemeriksaan gula darah sewaktu juga tidak pernah lebih dari 200 mg/dl, bahkan sering dibawah 100 mg/dl. Tapi, diagnosis yang ditegakkan tetaplah DM dengan ulkus. Kenapa tetap DM?

–jawabannya nanti dulu ya…:)

 

 

 

Kuliah dimana mbak? “kedokteran…” Wah…pasti image orang tersebut adalah, pinter ya, pasti keluarganya kaya, masa depannya cerah, ya kan…

Tapi…bener ga sih??

Ya bisa bener, bisa juga salah. Menjadi dokter itu yang paling penting adalah rajin, ga perlu pinter-pinter banget sih…tapi kalau pinter plus rajin…wah…kereen….

Masalah kaya atau tidak, relatif. Kalau pas dulu saya masuk (2003), biaya masuknya di bawah 10 juta (ga begitu tinggi juga kan…). Trus masa depan….ya tergantung juga…rizki kan sudah ada yang mengatur, tinggal bagaimana kita menjemputnya..

Jadi….intinya semua perlu proses. Tidak ada yang instan. Menjadi dokter, dimulai dari saat awal memilih jurusan (ya iyalah…hehehe…). Setelah diterima, bagaimana menjalani perkuliahan dengan rajin, meski seringkali bosan, karena ternyata kebosanan, nyantai-nyantai saat kuliah sering membuat kita menyesal kenapa dulu tidak rajin, karena saat pendidikan profesi (koass) waktu untuk belajar lebih sempit lagi. Trus kalau sudah lulus S.Ked, bagaimana menjalani koass dengan sepenuh hati.

Bagaimana ya…..sekarang ini sedang koass, seharusnya lebih bersemangat dalam belajar, menangani pasien, melatih ketrampilan, menjaga sikap, belajar berkomunikasi dengan pasien….tapi…..rasanya sampai saat ini alif belum bisa apa-apa, belum tahu apa-apa.

Semua perlu proses…ayo bersemangatlah….langkah besar dimulai dari yang kecil…gambatte alif chan!!!

Alhamdulillah sudah mudik…meski cuma 3 hari, tapi pas banget sama jadwal acara-acara keluarga. Pertemuan keluarga dari ibu (yang ada sungkemannya), lalu dari keluarga simbah putri dari bapak, lalu acara keluarga simbah kakung dari bapak. Pas kan…3 hari ^_^, trus langsung pulang balik…

Pertemuan keluarga, tujuannya adalah tetap menjalin tali silaturahim, agar tetap kenal saudaranya, sehingga ukhuwah islamiah akan juga semakin kokoh. Tapi, kalau sudah sampai buyut, atau saudara yang agak jauh, aku bingung….dikenalin tahun ini, tahun depan lupa lagi, duh… Trus orangnya juga tambah banyak, jadi semakin ga ngerti silsilahnya, jadi ribuut banget pas pertemuan, jadi cuma tahu, ohh…itu saudaraku…gitu thok, hehehe…

 

                                                           4 bapak, ibu, adek,…miz u….

 

 

 

« Laman Sebelumnya