Sempat terpikir tadi, pasien-pasien di bangsal Penyakit Dalam ini pada sholat ga ya?? Kalau keluarganya si ada beberapa yang tak liat masih sholat, tapi pasiennya….kurang tahu…tapi sejak aku di sini 5 minggu yang lalu, belum pernah aku melihat ada pasien yang sholat, atau tanya apakah boleh kena air wudhu? Atau… bagaimana ya sholatnya? Yang ada cuma pasien atau keluarga pasien yang tanya infusnya, penyakitnya, boleh makan apa aja, ya pokoknya masalah kesehatannya lah…atau kalau tidak, ya masalah administrasi.

Padahal, sholat adalah kewajiban, termasuk rukun Islam, yang menjadi pembeda antara seorang mukmin dengan kafir. Padahal, bukanlah dokter yang menyembuhkan, tapi Allah-lah yang menyembuhkan. Dan bagaimana bisa melupakanNya? Padahal, Dia yang menyempitkan tapi Dia juga maha Kuasa meluaskan.

Padahal, dalam aya-ayat cintaNya “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Padahal, Allah tlah memberi keringanan, dapat bersuci baik dengan air maupun debu yang suci. Lalu dapat sholat dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring.

Istiqomah memang sulit..semoga kita termasuk orang-orang yang istiqomah di jalanNya. Amiin…