Kuliah dimana mbak? “kedokteran…” Wah…pasti image orang tersebut adalah, pinter ya, pasti keluarganya kaya, masa depannya cerah, ya kan…

Tapi…bener ga sih??

Ya bisa bener, bisa juga salah. Menjadi dokter itu yang paling penting adalah rajin, ga perlu pinter-pinter banget sih…tapi kalau pinter plus rajin…wah…kereen….

Masalah kaya atau tidak, relatif. Kalau pas dulu saya masuk (2003), biaya masuknya di bawah 10 juta (ga begitu tinggi juga kan…). Trus masa depan….ya tergantung juga…rizki kan sudah ada yang mengatur, tinggal bagaimana kita menjemputnya..

Jadi….intinya semua perlu proses. Tidak ada yang instan. Menjadi dokter, dimulai dari saat awal memilih jurusan (ya iyalah…hehehe…). Setelah diterima, bagaimana menjalani perkuliahan dengan rajin, meski seringkali bosan, karena ternyata kebosanan, nyantai-nyantai saat kuliah sering membuat kita menyesal kenapa dulu tidak rajin, karena saat pendidikan profesi (koass) waktu untuk belajar lebih sempit lagi. Trus kalau sudah lulus S.Ked, bagaimana menjalani koass dengan sepenuh hati.

Bagaimana ya…..sekarang ini sedang koass, seharusnya lebih bersemangat dalam belajar, menangani pasien, melatih ketrampilan, menjaga sikap, belajar berkomunikasi dengan pasien….tapi…..rasanya sampai saat ini alif belum bisa apa-apa, belum tahu apa-apa.

Semua perlu proses…ayo bersemangatlah….langkah besar dimulai dari yang kecil…gambatte alif chan!!!