Sebelum masuk Interna (Bag. Penyakit Dalam), dulu kukira penderita Diabetes Melitus (DM) atau kencing manis, tidaklah banyak dan yah..biasa saja. Setelah masuk bagian ini, ternyata banyak sekali orang yang menderita DM lengkap dengan komplikasinya. Point penyebab dari penyakit ini adalah karena kekurangan insulin ataupun resistensi insulin (bingung???). Insulin adalah zat yang membantu memasukkan gula ke dalam tubuh. Gula adalah makanan bagi sel-sel tubuh kita, yang dihasilkan dari pemecahan makanan yang kita makan. Nah, jadi, kalau gula tidak dapat masuk ke dalam sel, maka sel akan kelaparan. Akibatnya, sel akan mencari makan dari pemecahan protein otot atau lemak tubuh, hal inilah yang membuat penderita semakin turun berat badannya. Selain itu, penderita juga akan terus-menerus merasa lapar meski kadar gula dalam tubuhnya tinggi, sehingga menjadi lebih sering makan (polidipsi). Gula yang berlebihan dalam tubuh akan dikeluarkan melalui urin (air seni). Sifat gula adalah menarik air, jadi orang dengan kadar gula darah tinggi akan lebih sering buang air kecil (poliuri). Karena sering BAK, maka sel akan merasa haus, sehingga penderita akan lebih sering minum (polidipsi).

Insulin, mengapa jumlahnya berkurang? Mengapa bisa terjadi resistensi insulin (insulin-nya tidak begitu bagus kualitasnya)? Pada beberapa orang dengan kelainan genetik, mereka memang tidak mampu menghasilkan insulin dalam jumlah cukup atau hanya sedikit sekali produksinya. Biasanya mereka ini terkena DM pada usia yang masih muda. Tapi kebanyakan orang terkena penyakit ini pada usia dewasa tua, mungkin itu karena beberapa faktor: gemuk, mempunyai tekanan darah tinggi, kurang olah raga, dan konsumsi makanan berlemak.

 

Minggu ketiga di Interna, giliran di RIW (ruang inap wanita), ada banyak pasien DM. Yang menjadi salah satu pasienku adalah seorang nenek (66 tahun), yang datang dengan keluhan utama sesak napas sejak 1 bulan yang lalu. Berdasarkan hasil anamnesis, diketahui bahwa nenek ini mempunyai riwayat DM sejak 5 tahun yang lalu, juga ada riwayat hipertensi sejak 6 tahun yang lalu. Selain sesak, terdapat luka di kaki kanannya yang tidak kunjung sembuh sejak 8 bulan yang lalu, yang juga berbau. Memang pada anamnesis, hanya ditemukan penurunan berat badan dan polidipsi, tapi tidak ditemukan poliuri dan polifagi. Bahkan pasien cenderung mual, susah makan, dan lemas. Hasil pemeriksaan gula darah sewaktu juga tidak pernah lebih dari 200 mg/dl, bahkan sering dibawah 100 mg/dl. Tapi, diagnosis yang ditegakkan tetaplah DM dengan ulkus. Kenapa tetap DM?

–jawabannya nanti dulu ya…:)