Agustus 2008


Keluarga Mujahid

 

Mendengarnya, Subhanallah, rasanya ingin sekali mewujudkannya. Sebuah keluarga yang di dalamnya penuh kasih karenaNya, saling mengingatkan dengan sabar dan benar, berlomba-lomba berbuat kebaikan, dan bila ada permasalahan, semua dikembalikan pada aturanNya dalam Qur’an dan sunnah.

Jadi teringat masa kecil, Alhamdulillah, Allah memberikan orangtua yang hebat padaku. Mereka sangat keras mendidik dalam masalah apapun, terutama masalah agama. Mengajarkan cara sholat sebelum tidur, mewajibkan hafalan Juz ‘Amma selepas shubuh, mengajarkan tentang pergaulan, menutup aurat, memasukkan ke dalam sekolah Islam terbaik, namun tidak pernah melepas tanggung jawab akan pendidikan agama bahkan hingga aku dewasa. Semuanya terpatri begitu jelas, yang kini mewarnai setiap langkahku, sangat mempengaruhi pemikiranku, dan kini menjadi impianku mendidik putra-putriku kelak sebaik atau bahkan lebih baik dari apa yang telah diberikan kedua orang tuaku.

Lalu, tentu memulai sebuah impian tidaklah mudah, perlu ilmu, perncanaan, usaha, doa dan tawakkal. Ilmu tentang bagaimana memilih pasangan hidup yang baik, ayah atau ibu yang nantinya bersama-sama mendidik anak-anak kita. Baik dalam prosesnya (taaruf), meminang (khitbah), menunggu pinangan, memutuskan, menunggu sampai akad berlangsung sampai pesta walimatul ‘ursy. Lalu bagaimana menjadi istri atau suami yang baik, bagaimana merumuskan tujuan hidup bersama-sama, bagaimana pola pendidikan anak dan juga keluarga, dan banyak lagi. Setelah tahu ilmunya, direncanakan, membuat rencana jangka pendek dan jangka panjang. Kemudian menjalaninya dengan sungguh-sungguh, disertai doa dan tawakkal. Karena kita hanya merencanakan, Allah yang menentukan. Dan harus yakin bahwa Allah pasti memberikan yang terbaik bagi hambaNya.

         

Untuk saudariku yang telah menyempurnakan

separuh dien-nya kemaren,

Barakallahulaka wa baraka ’alaika

wa jama’a bainakuma fil khaiir. Amin..

Iklan

Aku belajar membuat ini sungguh tidak direncanakan, karena maksudnya mau pulang lagi ke Solo trus beli saja di sana, eh…tidak sempat pulang ternyata, padahal kan di Jember sepertinya tidak ada yang jual ampyang ini dan aq bingung temen-temen dioleh-olehi apa J

 

Bahan: gula jawa, kacang tanah, jahe

Cara: gula jawa ditambah air sedikit, kacang tanah, dan jahe yang telah dimemarkan dimasukkan wajan. Diaduk-aduk terus sampai agak mengental, lalu ambil sedikit-sedikit, taruh di atas tampah atau plastik juga bisa.

Tips: rasa yang terbentuk sangat dipengaruhi oleh gula jawa, jadi pilih gula jawa yang enak. Lalu kekentalannya jangan terlalu kental, karena nanti malah sulit dicetak (karena mudah sekali membeku).

Ok. Selamat mencoba ya…

 Bahan: Tempe busuk, tempe yang baru, cecek, santan, sayur untuk lalapan

Bumbu: bawang merah, bawang putih, cabai, kencur, daun salam, daun jeruk, laos, petai, ebi, gula, garam

Cara: Sayur untuk lalapan, terserah mau dimasak atau mentah.

 Tempe, bawang merah, bawang putih, cabai dimasak dengan air, klo udah mendidih angkat, buang airnya. Lalu tempe, cecek, bumbu (bawang merah, bawang putih, cabai) yang dihaluskan, dan bumbu lain dimasak dengan santan sampai mendidih. Jadi deh…

 Bahan: pisang, santan, telur, garam, gula jawa, gula pasir, daun pandan.

Cara: pisang dipotong kecil-kecil, lalu dicampur dengan semua bahan, masak dengan api kecil sampai mendidih. Hmm…enak, bergizi, dan tidak amis lho…

Bahan: Nangka muda, santan.

Bumbu: Bawang merah, bawang putih, laos, daun salam, ketumbar,kemiri,  gula jawa, gula pasir, garam

Cara: nangka muda dan bumbu dimasak dengan air secukupnya (dikit aja), klo sudah mendidih, baru santan dimasukkan.

Tips: katanya sih, makin sering ‘dinget’ (dididihkan lagi), makin enak lho…

Buat semuanya….q mohon maaf atas segala kesalahan..semoga qt smua dapat memasuki bulan yang penuh barakah ini dengan hati yang bersih dan niat yang suci.

Semoga ketika di dalamnya kita dapat bersabar, melaluinya dengan amal ibadah sesuai tuntunanNya, dengan penuh harap akan ampunan dan rahmatNya…

Sehingga berakhir indah, seperti ulat yang berpuasa-menjadi kepompong- lalu menjelma jadi kupu-kupu nan cantik..amin..

Aku senang sekali saat memeluknya, dia lalu menatapku hangat, seolah berkata “jangan sedih ya….”. Dia begitu lembut, tak pernah sekalipun marah padaku, sabaar sekali mendengar keluh kesahku. Dia setia menemaniku saat sedang sendirian, membuatku lebih sayang padanya.

Dan malam ini….dia tidur di sampingku, kutatap dia penuh cinta, lalu aku memeluknya, lembuut sekali….dan begitu harum….ooh my piko…boneka hadiah ulang tahun salah satu sahabat terbaikku..^_^

4 all of my best friends….thanks 4 all you give to me. Please always stand by me. You are very special 4 me, the best gift that Allah send to me.