Rumah Sakit Jiwa??? Mendengar namanya, pasti banyak orang yang takut dikejar, takut coz orangnya kotor2, penyakitan, takut dilamar…(lho…). Padahal itu sama sekali tidak benar (ding dong!).

Alhamdulillah, aq diberi kesempatan untuk merasakan koass selama 3 minggu di RSJ Radjiman Wediodiningrat Lawang Malang. Kesan pertama memasuki RSJ yang ada di perbatasan kota Malang dan Probolinggo ini adalah, “wah.. luas ya…bersih lagi…”. Diapit oleh 2 gunung (Gunung Arjuno dan Gunung…aq lupa), RSJ ini memiliki iklim yang dingin, berangin kencang tapi kering. Bangunannya kebanyakan bangunan zaman Belanda yang masih tetap kokoh dan terawat, kecuali poli, bangunan depan, dan UGD yang merupakan bangunan baru. Jalan-jalan di dalam RSJ ini sangat luas dan beraspal (lebarnya bias dilewati 2 mobil lho…). RSJ ini dikelilingi pagar tinggi dan memiliki 4 pintu keluar yang dijaga ketat oleh satpam (biar pasiennya ga melarikan diri gitu lho…).

Suasana di sini begitu ramah, senyum bertebaran dimana-mana. Perawat maupun dokternya ramah, apalagi pasiennya , hehe..lucu.-lucu. Dokter disini sering ga pake jas dokter, jadi klo qt ga tau, qt bisa ngira kluo dokternya adalah karyawan sbiasa (makanya harus hormat sama semua orang, jangan beda-bedain..0. Pasien di RSJ yang nama aslinya RS Radjiman Wediodiningtrat ini jumlahnya banyak (+- 700 orang), mereka pakai seraganm biar qt bisa bedain dan ketahuan klo kabur (hehe..). Secara umum ada 2 kategoroi paasien disini, pasien yang udah ga berbahaya, yang biasanya boleh jalan-jalan keluar (tapi ya tetap di lingkungan RSJ), dan pasien yang masih harus di dalam kamar.O..ya, disini ada banyak ruangan, klo pria nama ruangannya nama burung (Kakaktua, Bekisar, Cendrawasih, Perkutut, dsb), sedangkan klo wanita nama bunga (Anyelir, Kemuning, Flamboyan, dsb). Juga ada ruang geriartri, anak-anak (kebanyakan autisme), dan rehabilitasi. Pengalaman minggu pertama di ruang Kakaktua…Aq dapet ruangan laki-laki di Kakaktua. Disini ada 2 kamar tidur besar, yang satu selalu tertutup (untuk pasien yang tidak boleh keluar ruangan), dan yang satu lagi selalu terbuka.Pertama kali bertemu dengan pasien yang bernama Anton. Pasien ini masih muda, ya mungkin sekitar 20 tahunan. Dia ini memiliki waham kerja, jadi terus-menerus ingin bekerja. Nah, sialnya, dia ini kena PHK dari tempatnya bekerja sehingga menekan mentalnya dan….menjadi skizofren seperti ini deh akhirnya…Saat ini dia sudah termasuk pasien yang tidak berbahaya, jadi boleh keluar-keluar. Dia ini sangat terlihat giat bekerja, membantu perawat bersih-bersih, ngambil makan, dan ngambil cucian. Tapi waktu ditanya, pasien ini masih sering mendengar dan melihat wanita cantik datang padanya saat angin berhembus (ini disebut ilusi). Pertama waktu dia cerita, katanya dia punya pacar cantik yang sering mengunjunginya di RSJ..dan pertamanya qt percaya…lama-lama dia bilang klo pacarnya ini sering ngajak dia berbuat mesum, seperti bisikan peluk dan cium..nah..akhirnya ketahuan deh klo pacarnya itu sebenernya hanya ilusi dari dalam dirinya saja.Pasien kedua bernama Dwi S. Sewaktu ditanya kenapa kok dibawa ke RSJ, dia bilang karena dia pengen mengawini adek kandungnya…ya qt ga tau alesannya bener apa ga, tapi jelas keliatan klo jalan pikirannya ga normal. Dwi ini adalah lulusan Institut Seni Malang, jadi ya pinter nglukis orangnya…(aq pernah digambarin lho..dan pernah lihat beberapa lukisannya di ruang rehabilitasi). Saat ini dia masih sering melihat bayangan hitam tak berbentuk dan masih kadang-kadang ngamuk. Ada juga pasien yang masuk RSJ karena gagal dalam meraih cinta gadis pujaanya, padahal dia ini lulusan Teknik Kimia lho… Trus ada lagi pasien yang dulunya adalah pengajar di pondok. Dia ingin dapat ilmu sehingga puasa 40 hari (Cuma minum air putih), tapi tetap ga dapat ilmu apa-apa sehingga jadi stress seperti saat ini.Masih banyak lagi  pasien di ruangan ini, tapi ya itu saja ya contohnya… Mereka ini kebanyakan masuk RSJ karena sebab-sebab yang mungkin simple..eh ada juga anak FK Unair yang masuk ruangan ini karena stress kakaknya yang baru saja sumpah dokter meninggal, dan dia sangat ketakutan klo dirinya nanti juga akan seperti itu. Kasihan ya… Minggu kedua di ruang rehabilitasi…Ini adalah tempat untuk merehabilitasi pasien –pasien disini. Satu paket program rehab  adalah 14x, yang terdiri dari 1x seleksi, 4x okupasi terapi, 4x terapi kerja percobaan , 4x terapi kerja, dan 1x evaluasi. Seleksi dilakukan di ruangan bersama dokter ruangan dan perawat ruangan, makdsudnya adalah apakah pasien ini sudah layak direhab atau belum (ada kriteria tersendiri). Setelah seleksi, pasien yang lolos ditempatkan di okupasi terapi (OT), ruangan ini seperti taman kanak-kanak, jadi ada permainan rumah-rumahan, karambol badminton, juga ada terapi gerak (senam), terapi keagamaan, terapi sosial, dan terapi musik. Khusus terapi musik ini dilakukan di ruang musik Bina Jiwa tiap selasa dan Jumat dan diikuti oleh semua pasien rehab, kadang pasien bukan rehab juga ikut..Klo di terapi kerja perobaan pria, pasien diajari membuat  tenunan dan sulak dari tali rafia. Sedangakan di terapi kerja pria, pasien diajari membuat kerajinan dari rotan, triplek, berkebun, dan melukis.Ruangan terapi kerja percobaan dan terapi kerja wanita jadi satu. Kegiatannya adalah memintal benang wol, menyulam, merajut, danmenjahit.Pasien yang berkesan bagi kami bernama bu Yayuk. Pasien ini beriusia sekitar 35-an, cantik, dan berkerudung,. Dia ini sangat ramah dan suka bercerita, dia bilang telah mendonorkan ginjalnya untuk pak Harto (presiden) karena dia adalah anaknya, pak Sukarno juga auyahnya, dan bu Mega adalah kakaknya. Dia membyuatkan kami puisi tentang Indonesia Jaya dan suka sekali menyanyikan lagu Lestari Alamku. Ada juga pasien yang suka sekali dandan, kemene-mene membawa bedak, lipstik, dan cermin, padahal sudah sepuh lho…Dia ini ga mau jawab waktu diajak ngomong, tapi pas dipuji ‚ibu cantik sekali…’, dia langsung tersenyum dan mau membuka pembicaraan. Ada juga pasien yang mengaku lulusan STKW (sekolah Tinggi Karawitan) sehingga menjadi koreografer panggung saat terapi musik, dan juga punya pacar anak FK yang katanya tinggal nunggu sumpah. Minggu ketiga di poli psikiatri…Tugas DM klo di poli adalah menangani OB alias orang baru/pasien baru. Rata-rata yang kesini selain pasien yang benar-benar baru, juga banyak yang datang karena kambuh lagi. Sebab kambuhnya hampir 98% adalah karena tidak kontrol atau minum obat lagi. Padahal pengobatan skizofrenia harus seumur hidup!Jaga di poli ini adalah yang paling capek dibanding di ruangan, karena OB tiap hari paling Cuma 2 orang, sedangkan jaganya mulai jam 8 pagi sampai jam 3v sore, kadang sampai jam 4…apalagi klo dapat giliran jaga UGD malamnya…wah…capeek.Tapi disini (selain di UGD), qt dapat pengalaman bertemu pasien baru  yang belum diobati sehingga gejalanya masih jelas sekali. Ada pasien skizofrenia hebefrenk yang sangat jelas, dia datang diantar ayahnya (usianya masih belasan tahun), dia mengenakan gelang karet di tangannya, cincin besi di jarinya, dan di dalam sakunya ada barabg yang dia tutup dengan peniti. Sewaktu ditanya apa yang ada dalam sakunya, dia bilang itu ‘mainannya’ dan tidak mau memperlihatkan isinya. Selidik-selidik, ternyata dia bukan anak kandung dari ayah yang membawanya kesini, tapi  anak angkatnya, entah setelah tahu dia merasa tidak disayangi oleh orangtua kandungnya atau entah kenapa dia lalu menjadi pendiam, suka mengambil sampah dan kadang-kadang ngamuk. Kasihan banget pokoknya, padahal cakep lho…Ada juga pasien yang saat ditanya ‘Mbak, tahu ini dimana?’, jawabnya adalah ini di surga, karena orang-orangnya berbaju putih-putih. Dia sampai ingin mencium para DM karena dianggap suci dan menganggap klo bisa mencium, maka dirinya juga akan bisa jadi suci. Hiiy….kami langsung jauh-jauh deh menghindar…  Nah..itulah pengalaman 3 minggu di RSJ Lawang, menyenangkan kok…Kami jadi tambah pengalaman… Bisa lebih bijak menghadapi masalah, karena kebanyakan orang masuk RSJ ini karena tidak kuat menanggung masalah, karena jiwanya tidak dewasa, karena kurang dapat tawakkal, menyadari bahwa kita manusia hanya dapat berusaha sedangkan semua keputusan dan kekuasaan hanyalah di tangan Allah, pencipta kita. Yang Maha Kuasa, Maha Pengasih dan Penyayang, yang tidak akan memberikan kita cobaan melampaui kemampuan kita dan selalu memberikan yang terbaik untuk kita.  (sebenarnya tulisan ini sudah dari 2.5 bulan yang lalu..tapi..baru sempat  upload sekarang… selesai dari stase Publik Health/ Puskesmas)