Kalau aku jadi dosen, aku ga akan pasang muka sinis or ga enak buat mahasiswaku.Kenapa??Kemarin aku habis sidang skripsi/ ujian skripsi (klo dulu namanya pendadaran), satu mahasiswa berhadapan dengan tiga orang dosen penguji. Waktu masuk ruang sidang, rasanya deg-degan, pasrah mau dibantai. Tapi….dosen pengujiku ternyata baiiik banget. Mungkin beliau2 tau ya bagaimana keteganganku, jadi mereka saling bercanda dan mengajak ngobrol walau sebentar, seolah mengesankan klo mereka tidak mau membantai..welcome, dan friendly. Setelah itu, sidang berjalan lancar bahkan aku merasa seperti ngobrol dengan mereka. Alhamdulillah..Begitulah..melalui sikap yang bersahabat, justru kita jadi lebih berani menjawab, berdiskusi dan ga lupa dengan yang sudah dipelajari. Bayangkan klo dosennya killer, bisa2 ga ada pertanyaan yang bisa dijawab (bukan karena ga bisa, tapi karena lupa saking takutnya). Tapi entah kenapa dosen-dosen kita masih ada yang seperti itu, masih terbawa budaya kolonial yang menganggap ’dosen paling tau, mahasiswa…masih bau kencur..’ (bacanya pake nada yg pas ya). Padahal jaman telah berubah, bahkan ada yang bilang ’klo mau cari gelar ke kampus, tapi klo mau cari ilmu ke internet’ hehe…Yah..semoga semakin hari semakin banyak orang berilmu yang rendah hati, semakin banyak dosen yang friendly, jd mahasiswa makin semangat cari ilmu dengan ikhlas, bukan karena takut sama dosennya (klo ikhlas kan ilmunya barokah  )