Wanita Sholihah itu……..

Pandai MENJAGA LISANNYA….
Menjauhi GHIBAH dan DUSTA…..
Pandai Menyimpan RAHASIA…….
Dia pandai MENGATUR HARTA….
Tidak suka BERFOYA-FOYA… HEMAT dan CERMAT….. dalam BERBELANJA…
Dia MENYEJUKKAN…. DI MATA suaminya…… Selalu Riang… dan PENUH CINTA……
SANTUN dan SOPAN dalam BERTUTUR KATA…. Hatimu tentram ketika MELIHATNYA…
Jiwamu senang ketika MEMANDANGNYA…
Masalahmu terpecahkan dg mendengar PENDAPATNYA….
Wanita Sholihah itu, Dialah PERHIASAN TERINDAH di dunia….
Penghias KEHIDUPAN suaminya…
“Tiada kekayaan yg diambil seorang mukmin setelah takwa kepada Allah yang lebih baik dari istri sholihah.” [Hadits Riwayat Ibn Majah]

Sungguh tiada seorang wanitapun yang tidak ingin menjadi perhiasan yang terindah di dunia,
Namun, tiada seorang wanitapun yang sempurna,
dia perlu ditempa, perlu sebuah proses menjadi mutiara,
perlu orang yang dengan sabar mendidik dan menasehati,
perlu dukungan dan motivasi.

Bagi adek-adek, atau bapak ibu yang mencari informasi tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Jember 2009, silakan kunjungi http://um.unej.ac.id/

Ada info  PMDK 2009, SNMPTN 2009, UM-UNEJ, dll.

Entahlah,
Gundah,
Kenapa?
Masih meragukanku?
Bahkan sedikitpun tak pernah aku berpikir begitu.
Masih kurangkah?
Menjadikanku bertanya tanya,
Atas dasar apa?
Akankah menerima apa adanya?

Aku bukan malaikat yang tak diragukan ketaatan padaNya,
aku manusia biasa,
yang sedang mencoba menjadi hamba yang diridhoiNya.

Betapa hati terlalu sensitif saat ini,
Terlalu peka dengan apa yang ditorehkan padanya,
Kadang berpikir tak perlu ini itu.
Sudahlah,
Biar nanti saja kau tahu,
apa adanya diriku.

Maafkan hambaMu ya Rabb,
yang sungguh hanya seperti sebutir pasir di pantai yang luas,
Tanpa Mu ya Rabb,
apalah aku ini,
Aku memohon dengan rahman rahim Mu,
Hangatkan aku dalam buaian kasihMu, cukupkan hatiku dengan Mu,
Sayangi aku dengan kelemahlembutan Mu,
ya Rabb,
aku rindu.

Begitu besarnya kekuatan kata, sampai-sampai Al Qur’an member petunjuk tentang bagaimana mengungkapkannya.

Secara prinsip, gunakan qaulan layyinan (perkataan yang menyentuh hati) bila menghadapi seperti Fir’aun, yakni keras kepala, merasa paling benar, dan tidak mau disalahkan.

Bila menghadapi orangtua, berbicaralah dengan qaulan kariman sehingga mereka merasa dimuliakan dan dihormati.

Bila berbicara kepada anak, hendaknya menggunakan qaulan sadidan jika ingin melahirkan anak-anak yang tangguh dan unggul. Secara harfiah, qaulan sadidan berarti perkataan yang jujur. Maksudnya, dalam berbicara kepada anak, hendaknya langsung ke permasalahan, lurus, jujur, benar, tanpa tedeng-tedeng aling-aling, dan tidak ada yang berbohong, juga dikemas dengan lemah lembut.

 

wordsBerawal dari kata, kita saling mengenal.

Dari kata-kata, bisa membuat jatuh cinta.

Dari kata-kata, bisa membuat bersemangat.

Bisa juga membuat marah atau kecewa.

Jadi, hati-hati menyusun kata.

Bukankah yang kita anggap baik belum tentu baik bagi kita?

Dan yang kita anggap tidak baik, boleh jadi justru yang terbaik untuk kita?

Kadang, keinginan, doa kita, dikabulkan langsung olehNya.

Terkadang juga, dikabulkan tapi tidak saat itu juga, tunggu dulu, tapi Ia berikan juga.

Tapi tak jarang, Allah menggantikannya dengan yang tak sama, bahkan lebih baik dari apa yang kita minta.

 

Seperti kita berangan-angan ada  pisang goreng di sore yang dingin.

Bisa jadi kita pulang dan langsung mendapatinya.

Bisa jadi pula seminggu kemudian.

Bisa jadi pula yang dihidangkan adalah kolak pisang yang tak kalah lezatnya, bahkan lebih enak ^_^.

 

Jangan berhenti berharap, berdoa,berprasangka baik padaNya.

 

love rosesDan untuk yang kini Ia hadirkan untukku,

sungguh ya Rabb,

berjuta syukur  kupanjatkan padaMu.

Engkaulah yang paling mengerti aku,

dan  tahu yang terbaik untukku.

 

 Kontrasepsi. Kalau dengar itu, yang terpikir adalah membatasi kehamilan, ya lebih enaknya mungkin merencanakan kehamilan (kan ada di program Keluarga Berencana)..

 Jadi ingat saat kuliah obsgyn dulu, ada dosen yang bilang, sebaiknya pakai rumus 33. Yaitu punya anak pertama usia  (ibu) 23 tahun, punya anak 3, jarak 3 tahun, umur 33 tahun sudah berhenti punya anak. Hehe..

Secara medis, kontrasepsi itu ada beberapa macam:

1.       Metode Amenore Laktasi (MAL)

Ini mengandalkan pemberian ASI eksklusif sebagai metode pencegahan kehamilan. Syaratnya adalah menyusui penuh (>8x sehari), belum haid, dan umur bayi <6 bulan.

2.       Metode Keluarga Berencana Alamiah (KBA)

Ini yang salah satunya dikenal dengan metode kalender. Tapi bisa juga dengan metode ovulasi billings (metode lendir serviks) dan metode simtomtermal (gabungan metode lendir serviks dan suhu basal). Kekurangan metode ini adalah keefektifannya sangat tergantung kemauan dan disiplin pasangan untuk mengikuti aturannya.

3.       Coitus Interruptus

Dikenal juga dengan senggama terputus atau azl.

4.       Metode Barrier

Kondom termasuk dalam metode ini. Selain itu juga ada diafragma (untuk perempuan) dan spermisid (bahan kimia untuk menonaktifkan atau membunuh sperma).

5.       Kontrasepsi Kombinasi (hormone estrogen dan progesterone)

Berupa pil kombinasi dan suntikan kombinasi (1 bulanan).

6.       Kontrasepsi Progestin

Berupa suntikan progestin (2 bulanan dan 3 bulanan), pil progestin (minipil), implant (susuk), dan AKDR dengan progestin.

7.       Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)

Sering dikenal dengan IUD atau spiral. Dipasang di dalam rahim dan bekerja dengan cara menghambat kemampuan sperma mencapai tuba, mencegah pertemuan sperma dengan ovum, dan mencegah penempelan telur dalam rahim.

8.       Kontrasepsi Mantap

Kontrasepsi ini menggunakan tindakan pembedahan. Pada wanita dinamakan tubektomi (pengikatan atau pemutusan tuba), dan pada laki-laki disebut vasektomi (pengikatan vas deferens). Metode ini bersifar permanen dan amat sangat sulit dikembalikan kesuburannya.

 

Semua metode memeng memiliki resiko. Dan seringkali membuat  bingung; mau pakai, ada efek sampingnya, mau tidak pakai takut hamil atau ‘sundulen’ kata orang jawa..

Terus gimana??? Hehe…penulisnya ini juga bingung…

 

Wes, sekarang belajar dulu, gimana to hukum kontrasepsi dalam Islam???

‘Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak  yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.’ (QS An Nisa’:9)

Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.’ (QS Al Isro’: 31)

 

 

Ada banyak si artikel tentang ini, alif kutipkan cuma satu, dari: http://www.kafemuslimah.com

 

Dari buku Halal dan Haram yang ditulis oleh Yusuf Qardhawy, disebutkan bahwa di antara sekian banyak alasan yang membolehkan seseorang melakukan keluarga berencana ialah:

 

Pertama: Karena takut akan keselamatan hidup si ibu pada waktu mengandung atau melahirkan, setelah dilakukan penelitian atau pemeriksaan oleh dokter yang dapat dipercaya. Allah berfirman:

Janganlah kamu mencampakkan diri kamu ke dalam kebinasaan.’  (Al Baqarah: 196)
‘Dan janganlah kamu membunuh diri kamu, sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu.’ (An Nisa: 28)

 

Kedua: Karena khawatir terjatuh ke dalam kesulitan duniawi yang kadang-kadang bisa membawa kepada kesulitan dalam agamanya, sehingga dia mau menerima yang haram dan melakukan hal-hal yang terlarang demi kepentingan anak. Sedangkan Allah berfirman:

‘Allah menghendaki kemudahan buat kamu, dan Dia tidak menghendaki kesulitan buat kamu.’ (Al Baqarah: 185)
Allah sama sekali tidak ingin membuat kesulitan atas kamu.’ (Al Maidah: 6)

 

Ketiga:  Khawatir terhadap kesehatan dan pendidikan anak-anaknya.

Dari Usamah bin Zaid meriwayatkan: Bahwasanya seoranglaki-laki datang kepada Rasululllah saw seraya berkata, Wahai Rasulullah saya melakukan azl terhadap istri saya.  Maka Rasulullah saw bertanya kepadanya, Mengapa kamu lakukan itu? Dia menjawab, Saya kasihan kepada anaknya atau ia berkata: anak-anaknya. Kemudian Rasulullah saw bersabda, Seandainya hal (menyetubuhi istri yang hamil) itu berbahaya (terhadap kesehatan anaknya), niscaya akan membahayakan bangsa Persi dan Romawi.  (HR Muslim)

Seolah-olah Nabi saw mengetahui bahwa kondisi individual itu tidak membahayakan bangsa secara keseluruhan, dengan dasar bahwa tindakan semacam itu tidak membahayakan bangsa Persi dan Romawi, padahal mereka saat itu merupakan bangsa yang terkuat di dunia.

 

Keempat:Khawatir terhadap wanita (istri) yang menyusui apabila dia hamil lagi dan melahirkan anak yang baru.

Nabi saw menamakan persetubuhan pada waktu menyusui ini dengan istilah ghilah dan ghail, karena kehamilan wanita yang sedang menyusui dapat merusak air susu dan melemahkan kondisi si anak. Nabi saw menamakannya ghilah dan ghail karena perbuatan itu merupakan kejahatan tersembunyi terhadap anak yang sedang menyusui.

Nabi saw selalu mengupayakan kesejahteraan umatnya. Karena itu beliau memerintahkan mereka melakukan hal-hal yang membawa kemaslahatan bagi mereka dan melarang mereka melakukan hal-hal yang membahayakan mereka. Di antara upaya beliau untuk umatnya itu ialah sabda beliau:

Janganlah kamu membunuh anak-anak kamu dengan rahasia, karena ghail itu biasa dilakukan oleh orang-orang Persi kemudian merobohkan mereka. (HR Abu Daud)

 

Akan tetapi Nabi saw tidak memperkeras larangan ghilah ini sampai tingkat haram, kaena beliau melihat bangsa-bangsa yang kuat pada masa itu juga melakukan perbuatan ghilah, tetapi tidak membahayakan mereka. Dengan demikian, maka bahaya yagn dikhawatirkan itu tidak terjadi. Di samping itu juga karena dikhawatirkan suami akan berbuat dosa (zina) apabila larangan menyetubuhi wanita yang menyusui diperketat, padahal masa menyusui kadang-kadang sampai dua tahun bagi orang yang mau menyempurnakan susuannya. Oleh karena itu beliau bersabda:

Sesungguhnya aku ingin melarang ghilah, tetapi kemudian aku melihat bangsa Persi dan bangsa Romawi melakukannya, namun tidak membahayakan anak-anak mereka sedikitpun. (HR Muslim)

Di dalam menjelaskan hubungan hadits ini dengan hadits terdahulu yagn berbunyi: Janganlah kamu membunuh anak-anakmu dengan rahasia. Ibnu Qayyim rahimahullah berkata:

Nabi saw memberitahukan pada salah satu segi bahwa ghail ituberarti memperlakukan anak seperti orang-orang Persi mengadu kudanya, seakan-akan menginjak dan mengalahkannya. Hal itu menimbulkan semacam gangguan tetapi tidak sampai mematikan dan membinasakan si anak, meskipun dapat menimbulkan semacam gangguan bagi si anak tersebut. Maka Rasulullah saw membimbing mereka untuk meninggalkannya, tetapi tidak melarangnya sampai ke tingkat haram. Kemudian beliau berkeinginan melarangnya sebagai usaha menutup pintu bahaya yagn dapat menimpa anak yang disusui. Akan tetapi menutup pintu ini tidakmenghindarkan bahayaa yang dapat timbul akibat tertahannya hubungan biologis selama masa menyusui, lebih-lebih bagi orang muda dan orang-orang yang kuat libidonya yang tidak dapat diredakan kecuali dengan melakukan hubungan biologis dengan istrinya. Maka beliau melihat bahwa kemaslahatan ini lebih kuat daripada menolah mafsadah dengan menutup pintunya. Kemudian beliau melihat dua bangsa 0yang paling banyak jumlahnya dan paling kuat (Persi dan Rowawi) melakukan ghilah ini dengan tidak merasa perlu menjauhinya, sementara mereka tetap kuat dan tangguh. Olehkarena itu beliau tidak jadi melarangnya.

Di zaman kita sekarang ini sudah ada alat-alat kontrasepsi yang dapat dipastikan kemaslahatannya sebagaimana yang diinginkan oleh Rasulullah saw, yaitu melindungi anak yang masih menyusui dari bahaya termasuk mafsadah yang lain- dengan tidak menggauli istri selama menyusui tetapi hal ini sangat memberatkan suami.

Atas dasar ini kita dapat memperkirakan bahwa jarak yang ideal antara dua anak ialah tiga puluh atau tiga puluh tiga bulan bagi yang ingin menyempurnakan susuannya.

Imam Ahmad dan lainnya menetapkan bahwa yang demikian itu diperbolehkan apabila istri mengizinkan, karena dialah yang lebih berhak terhadap anak dan dia pula yang berhak untuk bersenang-senang.

Diriwayatkan dari Umar bahwa dia melarang azl kecuali dengan izin istri.
Demikianlah perhatian Islam terhadap hak-hak wanita di saat dunia belum mengakui hak-hak mereka.

Pada prinsipnya semua alat kontrasepsi itu boleh digunakan (kecuali vasektomi dan tubektomi, karena keduanya masuk kategori merubah ciptaan Allah), tapi, ada beberapa hal yang perlu dilakukan pada saat memasang atau memakai alat kontrasepsi tersebut. Hal-hal tersebut adalah:

 

1. Niat. Pada saat memasang alat kontrasepsi tersebut, niatnya bukan menghindari kehamilan tapi diniatkan untuk pengaturan kehamilan. Niatnya bukan untuk tidak hamil tapi untuk menunda kehamilanâ.. tipis sekali memang bedanya.

2. Izin. Hendaknya, rundingkan terlebih dahulu rencana mengikuti program keluarga berencana tersebut dengan suami. Apakah dia setuju dan mengijinkan. Karena, keluarga itu adalah hasil kerja sama dari sepasang suami istri dan istri dalam hal ini, merupakan amanah bagi suami. Artinya, sebagai pemimpin, dia sepatutnya tahu apa yang dilakukan oleh mereka yang dipimpinnya.
3. Usahakan untuk melakukannya tidak berdua saja di kamar praktek tersebut, khususnya jika dokter yang melakukannya laki-laki. 

Tadi, di Poli Kandungan, ada pasien yang datang dengan keluhan belum punya anak setelah menikah 8 tahun. Pasien ini punya riwayat pernah hamil 2 kali, namun dengan Blighted Ovum (fetus tak tampak), sehingga keduanya abortus (keguguran). Pola hubungan pasangan ini juga baik, tidak hidup terpisah (kenapa ditanyakan ini?) Karena yang dikatakan infertile (see: infertilitas) adalah bila pasangan suami istri tidak mampu mewujudkan konsepsi, hamil, hingga melahirkan bayi meskipun melakukan senggama teratur 2-3 kali seminggu paling sedikit 12 bulan tanpa proteksi) .

Setelah dicek lengkap, dari pihak istri tidak ditemukan kelainan apa-apa, baik hormone, kondisi vagina, serviks, ovarium, rahim dan tuba, dan dari hasil lab lainnya. Dari pihak suami, ternyata inilah masalahnya, Oligo Astheno Terato Zoospermia (kelainan sperma dalam hal jumlah, bentuk, dan motilitas).

Then, apa yang bisa dilakukan???

Pasien ini lalu dirujuk ke bagian Andrologi Surabaya, jadi …tak bisa mengikuti perkembangannya…

Tapi dari buku Kandungan YBPSP:

Penanggulangan air mani yang abnormal: Air mani yang abnormal yang bisa diperbaiki itu kalau disebabkan oleh varikokel (akan dioperasi), sumbatan (akan dioperasi vasoepididimostomi), infeksi (akan diobati), defisiensi gonadotropin (akan diberi GnRH), dan hiperprolaktinemia (diobati dengan dopamine agonis 2 bromo-alfa-ergo-kriptin).

Bagaimana prognosis infertilitas itu???

Prognosis terjadinya kehamilan tergantung pada umur suami, umur istri, frekuensi senggama, dan lamanya perkawinan. Masa yang paling subur seorang wanita adalah saat umur 24 tahun, kemudian menurun perlahan-lahan sampai umur 30 tahun, dan setelah itu menurun dengan cepat. Sedang masa paling subur pria adalah saat usia 24-25 tahun. Tapi, pada pria, juga dipengaruhi oleh frekuensi senggama. Ternyata, senggama 4 kali seminggu paling meluangkan terjadinya kehamilan, karena ternyata kualitas dan jenis motilitas spermatozoa menjadi lebih baik dengan seringnya ejakulasi. Penelitian terhadapjumlah bulan yang diperlukan untuk terjadinya kehamilan tanpa kontrasepsi adalah 25% dalam 1 bulan pertama, 63% dalam 6 bulan pertama, 75% dalam 9 bulan pertama, 80% dalam 12 bulan pertama, dan 90% dalam 18 bulan pertama. Bila belum hamil setelah menikah selama 3 tahun, prognosisnya masih baik (50% bias hamil dengan penanganan yang baik). Tapi bila sudah lebih dari 5 tahun menikah belum hamil, prognosisnya lebih buruk (kemungkinan hamil hanya 30%).

Dari sini, terpikir, betapa anak adalah anugerah, adalah rizki dariNya. Namun justru terkadang, ketidaksiapan menerima kehadiran seorang anak akan membuat rasa penolakan (terhadap janin bila hamil), dan bahkan usaha untuk menggugurkannya. Naudzubillah.

 Betapa memang Allah menguji kita, salah satunya dengan anak, baik dengan kehadirannya, maupun ketidakhadirannya. Dan keduanya memerlukan perasaan selalu berprasangka baik kepada Allah, bahwa Dia akan memberikan pada kita sesuai dengan kebutuhan dan kesanggupan kita memikulnya.

Bahwa,meskipun mungkin Allah belum mengkaruniakannya saat ini,namun tunjukkan keinginan kita yang kuat bahwa kita akan mensyukiri karunia yang semoga suatu saat akan diberikanNya. Dengan tak hanya menyiapkan materi, namun juga fisik, dan keilmuan.

baby

Dan jika nanti Dia karuniakan, semoga kita tidak termasuk orang yang : “Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna, maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya kepada keduanya itu. Maka Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS 7: 190).

Jika Pasangan Kita tak Sempurna
Komitmen Vs Cinta (nafsu)
Cinta yang didasari semata-mata oleh ketertarikan dan gairah asmara, akan cepat pudar. Sebaliknya, kadangkala pernikahan tidak diawali dengan cinta, tetapi oleh niat yang lurus dan komitmen yang kokoh. Sebuah komitmen yang kokoh juga dapat menjadi penyulut api cinta. Ia tidak berbicara tentang rupa, tetapi ia berbicara tentang kesetiaan pada nilai yang dipegangnya. Bukan berarti rupa tak lagi memjadi pertimbangan sama sekali. Cuma masalah rupa tak lagi menjadi pertimbangan utama. Atau, kalau awalnya digerakkan oleh ketertarikan kepada rupa, komitmen itu dapat melahirkan kesetiaan yang lebih tulus. Komitmen jugalah yang merupakan salah satu kekuatan yang dapat menghindarkan dari kebosanan perkawinan.

Pasangan sempuna??
“Apabila datang kepadamu seorang laki-laki yang engkau ridhai terhadap agama dan akhlaknya (untuk meminang), maka nikahkanlah dia. Bila tidak engkau lakukan, akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang merata.” (HR Tirmidzi dan Ahmad)
Dalam hadits ini, Nabi SAW tidak mensyaratkan kesederajatan dalam ilmu agama. Tingkat kebagusan akhlaklah yang menjadi ukuran. Orang yang memiliki ilmu luas, bukan merupakan jaminan ia memiliki kecintaan besar terhadap agama. Bila kecintaan pada agama sudah mempengaruhi jiwanya, sementara hatinya sudah cenderung kepada akhlak yang mulia, insya Allah ia akan lebih mudah menerima kebenaran dan menghiasi diri dengan kebajikan.
Sekalipun demikian, tanpa ilmu, kita tidak bisa beramal dan beribadah dengan benar. Kita tidak dapat mengabaikan ilmu. Lebih –lebih mengabaikan semangat terhadap ilmu.
Hari ini, ketika manusia yang mendekati kesempurnaan hampir-hampir tak dapat kita temukan, kita perlu meluaskan jiwa agar tidak meninggikan harapan. Sebaliknya, kita perlu menguatkan komitmen untuk saling memperbaiki, saling menolong dalam meningkatkan ketakwaan kepadaNya. Sungguh, amat berbeda komitmen dan harapan. Komitmen mendorong untuk lebih mampu menerima keadaan, sekaligus pada saat yang sama memperjuangkannya ke tingkat yang lebih baik. Adapun harapan yang tinggi membuat kita lebih peka terhadap kekurangan.
Seseorang yang menghiasi dirinya dengan kehebatan dan kesempurnaan, dapat menjadi orang yang penuh nestapa karena harapan yang tidak pada tempatnya. Bisa jadi, Allah telah menganugerahkan kepadanya suami atau istri yang memiliki keutamaan.. Namun, sebaik apapun pasangan kita, bila selalu kita bandingkan dengan harapan sebelum dan sesudah menikah, ia tidak akan mencapai keutamaan sedikitpun. Sebabnya bukan karena dia tidak memiliki keutamaan dan kesempurnaan. Bisa jadi, orang lain memandangnya dengan iri sambil diam-diam berdoa agar mendapatkan suami atau istri seperti dia. Akan tetapi, jika hati kita keruh dan jiwa kita keras, apa yang dapat membuahkan rasa syukur di hati kita???
Seakan kulihat Aisyah
Ketika ada yang bertanya tentang pendamping hidup yang sempurna…seakan terlihat Aisyah. Dialah istri Nabi yang banyak menimbulkan takjub pada hati yang merindukan kemesraan. Dia yang cerdas, tempat para sahabat bertanya dan belajar. Dia yang bila orang mendengar julikannya, Humaira, terbayang rumah tangga yang romantis menggemaskan.
Terkadang, yang menyebabkan kita kecewa bukanlah karena pasangan kita begitu menjengkelkan, melainkan karena harapan yang tidak berimbang. Kita berharap mendapat istri seperti Aisyah, tapi kita tidak siap dengan cemburunya yang begitu besar. Kita berhasrat memiliki istri yang cerdas dan hebat, tetapi kita tidak siap membimbingnya dari keadaan tidak tahu apa-apa. Sesungguhnya, di balik kebesaran Aisyah, ada suami yang dengan sabar mendidiknya. Di balik kemesraan-kemesraannya, ada kelembutan suami untuk senantiasa memahami. Tanpa ini, impian tinggal impian.
Impian tentang pendamping hidup yang penuh perhatian, justru menyebabkan kita senantiasa merasa kurang terhadap apa yang kita terima. Ini memudahkan timbulnya kekecewaan. Jika kekecewaan mencapai titik kulminasi, maka dapat menjadi pemicu pertengkaran.
Butuh waktu untuk berubah
Ada yang pasti akan berubah tanpa perlu kita ubah, namun ada yang tidak akan berubah bila kita tidak mengubahnya. Dalam kehidupan sehari-hari, sangat banyak hal yang tidak bisa berubah dengan sendirinya. Perilaku kita, pasangan kita, anak-anak kita, merupakan salah satu yang perlu upaya perubahan untuk bias berubah. Sayangnya, kita seringkali justru mengharap pasangan kita berubah tanpa kita berusaha mengubahnya. Atau, berusaha melakukan perubahan, tapi tanpa disertai kesabaran.
Dari “Agar Cinta Bersemi Indah”
M. Faudzil Adhim

komitmen….maka, jika pasangan kita tak sempurna, bersyukurlah karena dia berarti seorang manusia biasa yang tak luput dari kekurangan. Karena memang tak ada yang sempurna kecuali Dia. Karena kewajiban kita adalah terus mengupgrade diri menjadi lebih baik dan lebih baik lagi, dihadapanNya, dan di mata manusia, karenaNya.

….maka, komitmen itulah yang harus dijaga. Bahwa membangun rumah tangga ini hanyalah karenaNya. Bahwa masalah apapun yang akan kita hadapi, selalu mesti dikembalikan pada aturanNya. Bahwa rumah tangga ini haruslah dapat menjadi rumah tangga teladan, keluarga yang berbasis taqwa, keluarga yang cinta ilmu, keluarga yang di dalamnya akan menambah kasih sayang dan keimanan.

Tiap orang memang berbeda, punya latar belakang macam-macam, punya bakat, keahlian, ketertarikan, yang tidak sama. ndak bisa mbayangin kalau smua orang mau jadi pns misalnya, sapa dung yang mau mencoba membuka lapangan kerja, dan pasti pemerintah tambah pusing mikirin tuntutan kenaikan gaji. gimana kalau ndak ada yang mau jadi dokter, mungkin banyak penyakit yang tak terselamatkan. gimana kalau ndak ada yang jadi guru, sapa yang telaten ngajarin.
Memang semua itu diciptakan seimbang, dan tak ada yang sia-sia. namun, ada peranan yang tak bisa kita menolaknya, yaitu sebagai hamba dari Pencipta kita, sebagai anak dari orangtua kita, sebagai suami atau istri dari suami atau istri kita, sebagai orangtua dari anak kita, sebagai tetangga, dll. yang smua peranan itu seharusnya dapat dilakukan sesuai syariat, menjadi hamba yang sholih, menjadi anak yang berbakti, menjadi suami istri yang taat syariat dan penuh kasih, menjadi orangtua teladan, dan menjadi tetangga yang ngayomi. Semoga ya, baik peranan kita yang telah kita sandang tanpa bisa memilih, maupun profesi yang merupakan pilihan kita, dapat kita jalani dengan baik..bisa mengantarkan kita menuju jannah-Nya..amin..

Jika melihat, atau mendengar orang yang dengan mudah mengungkapkan perasaanya..
Iri kadang2..
Betapa enaknya dapat membuat orang lain mengerti apa yang dipikir dan dirasakan..

Namun, tak semuanya dapat ‘terus terang’ seperti itu, including me:)
Entahlah, tapi sulit sekali menyusun kata menjadi suatu rangkaian kalimat yang bisa didengar. Jauh lebik mudah melalui tulisan.
Tapi tak semua suka membaca tulisan, banyak yang lebih suka mendengar. Hh..how if I meet someone who is very dislike in read??

send-a-letter

 

Mungkin memang saatnya tuk belajar ‘ngomong’.
Belajar menyampaikan pendapat. Belajar mengungkapkan perasaan, dengan ucapan.

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »