Oktober 2008


“Jika pedang lukai badan, obat mudah ditemukan.

Jika lidah lukai hati, hendak kemana obat dicari.”

 

 

 

 

Untuk sahabatku, semakin mengenalmu, semakin tahu bagaimana dirimu.

Kata-kata itu, ucapan itu, memang teramat mudah diucapkan, teramat ringan terasa keluar, tapi, tidakkah memikirkan dengan siapa berbicara, dengan intonasi seperti apa, dalam keadaan seperti bagaimana?

Setiap orang berbeda, bahkan kembar identik pun pasti ada bedanya. Dan karena itulah, setiap orang istimewa. Setiap orang yang kita kenal, yang pernah bertemu, yang dekat maupun yang jauh, memiliki tempatnya masing-masing dalam hati. Memiliki kamar-kamar tersendiri, dengan pernak-perniknya yang unik, ada yang VIP, kelas I, kelas II, kelas III. Ada yang luas dan indah, ada yang biasa saja, mungkin ada yang berantakan. Yang jika berpisah atau ditinggalkan, tetap saja kamarnya masih ada, dengan segala kenangan yang ada. Yang tak kan dapat diganti oleh orang lain, karena tak kan ada yang sama. You are so spesial ^_^, 

Sahabat adalah orang yang membuka pintu sebelum kita mengetuknya

Sahabat adalah orang yang menguatkan kita meraih cita-cita

Sahabat adalah yang jika kita bertemu dengannya, bertambahlah syukur kita padaNya

Sahabat adalah orang yang membantu tanpa diminta

Sahabat adalah orang yang membalas kebaikan kita dengan tulus

Sahabat adalah orang yang menceriakan kita saat sedih

Sahabat adalah orang yang saat kita berdiam diri, dia bertanya “ada apa?”

Sahabat adalah orang yang ikut berbahagia dengan kebahagiaan kita

Sahabat adalah orang yang mengingatkan saat kita salah,

orang yang menginginkan kita menjadi lebih baik,

orang yang menutupi, bahkan melengkapi kekurangan kita,

sahabat adalah yang mendoakan kebaikan untuk kita,

sahabat adalah orang yang mencintai kita, karenaNya.

  “Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.” (Al Qur’an, 96:15-16)

Ungkapan “ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka” dalam ayat di atas sungguh menarik. Penelitian yang dilakukan di tahun-tahun belakangan mengungkapkan bahwa bagian prefrontal, yang bertugas mengatur fungsi-fungsi khusus otak, terletak pada bagian depan tulang tengkorak. Para ilmuwan hanya mampu menemukan fungsi bagian ini selama kurun waktu 60 tahun terakhir, sedangkan Al Qur’an telah menyebutkannya 1400 tahun lalu. Jika kita lihat bagian dalam tulang tengkorak, di bagian depan kepala, akan kita temukan daerah frontal cerebrum (otak besar). Buku berjudul Essentials of Anatomy and Physiology, yang berisi temuan-temuan terakhir hasil penelitian tentang fungsi bagian ini, menyatakan:

Dorongan dan hasrat untuk merencanakan dan memulai gerakan terjadi di bagian depan lobi frontal, dan bagian prefrontal. Ini adalah daerah korteks asosiasi…(Seeley, Rod R.; Trent D. Stephens; and Philip Tate, 1996, Essentials of Anatomy & Physiology, 2. edition, St. Louis, Mosby-Year Book Inc., s. 211; Noback, Charles R.; N. L. Strominger; and R. J. Demarest, 1991, The Human Nervous System, Introduction and Review, 4. edition, Philadelphia, Lea & Febiger , s. 410-411)

Buku tersebut juga mengatakan:

Berkaitan dengan keterlibatannya dalam membangkitkan dorongan, daerah prefrontal juga diyakini sebagai pusat fungsional bagi perilaku menyerang…(Seeley, Rod R.; Trent D. Stephens; and Philip Tate, 1996, Essentials of Anatomy & Physiology, 2. edition, St. Louis, Mosby-Year Book Inc., s. 211)

Jadi, daerah cerebrum ini juga bertugas merencanakan, memberi dorongan, dan memulai perilaku baik dan buruk, dan bertanggung jawab atas perkataan benar dan dusta.

Jelas bahwa ungkapan “ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka” benar-benar merujuk pada penjelasan di atas. Fakta yang hanya dapat diketahui para ilmuwan selama 60 tahun terakhir ini, telah dinyatakan Allah dalam Al Qur’an sejak dulu.

http://keajaibanalquran.com

Kata orang, rapi itu bakat. Jadi maksudnya ada orang yang bakat rapi dan yang memang dari sananya suka mbruk-mbrukan. Ehm….kalau menurutku, rapi itu kebiasaan, termasuk bagian dari kepribadian, jadi…ya bisa dipelajari dan terus-menerus dilakukan agar terbiasa. Jadi, sangat tidak setuju kalau orang bilang ”lha aku memang dari sananya da bisa rapi” atau ”Kalau rapi malah aku lupa tempatnya (maksudnya tempat barang yang dimbrukne tadi)”.

Rapi itu bisa mengurangi kepenatan setelah seharian beraktivitas, kan enak tho kalau pulang trus lihat kamar atau rumah dalam keadaan rapi. Rapi itu bisa mengefisienkan waktu, karena kita sudah tahu dimana letak barang ini atau itu, jadi tidak butuh waktu lama untuk mencarinya. Rapi itu bisa menjernihkan pikiran, menenangkan perasaan, melatih diri disiplin, dan menyenangkan.

Jadi, rapikan sekarang!!! Tidak akan butuh waktu lama kok, bahkan lebih lama ngrumpi atau liat tv, ok ^_^v

 Ooo….ternyata begitu…

Setelah baca buku “Wanita Surga, akankah mendapat bidadara?” (Ust. Abu Umar Abdillah), ternyata jawabnya adalah…..

 

Ketika Allah menyebutkan segala keindahan dan kesenangan yang ada di jannah, maka hal itu berlaku umum untuk laki-laki dan wanita. Hanya saja Allah menyebutkan kenikmatan bagi kaum pria dengan iming-iming hurul ‘iin (bidadari bermata jeli), tapi tidak menyebutkan secara spesifik apakah wanita juga akan mendapatkan bidadara. Mengapa?

  1. Sesungguhnya Allah berkuasa untuk berbuat apapun yang Dia kehendaki.

  2. Karena tabiat wanita memiliki rasa malu yang tinggi. Sehingga Allah tidak mamberikan iming-iming di jannah (dengan bidadara) karena bias jadi mereka akan merasa malu dengan hal tersebut.

  3. Kerinduan seorang wanita terhadap laki-laki tidaklah sebagaimana rindunya kaum lelaki terhadap seorang wanita. Sedangkan Allah memberikan motivasi dengan sesuatu yang manusia tergoda olehnya di dunia. Dan tidak sebagaimana laki-laki, godaan terbesar bagi wanita adalah berupa keindahan, perhiasan, pakaian, materi, ingin tampil cantik, dan sanjungan.

Itulah diantara hikmah, mangapa nash-nash hanya menyebutkan bidadari untuk laki-laki, tanpa menyebutkan bidadara untuk wanita.

Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera.” (QS Al Hajj: 23)

 

Lalu, siapa suami wanita di jannah?

  1. Bagi wanita yang meninggal sebelum menikah, atau meninggal setelah diceraikan suaminya, atau suaminya tidak masuk jannah, maka dia akan dinikahkan dengan laki-laki penghuni jannah yang belum menikah.

  2. Bagi wanita yang meninggal setelah menikah, maka suaminya di dunia menjadi suaminya di jannah.

  3. Bagi wanita yang suaminya meninggal lalu dia menikah lagi dengan laki-laki lain. Maka suaminya di jannah adalah suaminya yang terakhir di dunia.

Jika seorang wanita menjalankan sholat lima waktu, shaum di bulan ramadhan, menjaga kemaluannya, dan menaati suaminya, maka akan dikatakan kepadanya, masuklah ke dalam jannah dari pintu manapun yang kamu suka.” (HR. Ahmad)

 Hati-hati menjaga hati.

“Sesungguhnya ada suatu dalam diri, yang bila ia baik maka baik-lah diri tersebut, dan bila ia rusak, maka rusak pula diri yang memilikinya, dialah HATI.”

Petunjuk “melihat” gambar :
- Kalau pandangan mata Anda mengikuti gerakan putaran bulatan warna PINK, maka hanya akan terlihat bulatan satu warna yaitu PINK.
- Tapi kalau pandangan mata Anda terpusat ke tanda “+” hitam di tengah, maka bulatan yang berputar akan berubah warnanya menjadi HIJAU.
- Kemudian jika pandangan mata Anda konsentrasi penuh ke tanda “+ “ hitam di tengah-tengah gambar, maka perlahan-lahan bulatan warna PINK akan menghilang, dan hanya akan terlihat satu saja bulatan yang berputar yaitu warna HIJAU.

Subhanallah! , sangat mengagumkan cara otak kita bekerja. Sebenarnya tidak ada bulatan warna hijau, dan bulatan warna pink juga tidak menghilang.
Rasanya cukup membuktikan bahwa kita tidak selalu melihat apa yang kita pikir, dengan kata lain kita melihat sesuatu “bukan apa adanya” tapi “sebagaimana kita melihatnya” .

Kadang kita menghadapi suatu masalah merasa “sangat sulit” atau “sangat berat” (baik di tempat kerja, di keluarga, di lingkungan masyarakat maupun masalah pribadi diri sendiri), bahkan kadang terlintas pertanyaan di benak kita, kenapa demikian berat beban masalah/cobaan yang kita terima ? (padahal kalau kita menerima anugrah/hadiah/ kenikmatan yang demikian besar, kita tidak pernah mempertanyakan nya, kenapa kok saya yang menerima). Dan kadang kita lupa dengan doa : berilah beban yang aku sanggup memikul nya….

Berat/ringan, kecil/besar, masalah/bukan masalah, sedih/gembira, hukuman/pahala, derita/bahagia. ..dst…..hanyalah “cara pandang” kita terhadap sesuatu ?
Suatu peristiwa/kejadian yang sama, namun jika melihatnya dengan sudut pandang yang berbeda serta me-makna-inya dengan berbeda kemudian menyikapinya dengan cara yang berbeda pula, maka hasil-nya juga akan berbeda. Semua hanya ada di benak kita sendiri ! Karena otak kita lah yang membuatnya berbeda ! Jika suatu peristiwa yang negatif namun kalau kita memandang/memaknai nya sebagai hal yang positif dan kita menyikapi dengan cara yang positif maka hasilnya pun akan positif pula.
Dan begitu sebaliknya …..

~Have a wonderfull life~

“Dari seorang teman, makasih ya…”

                

Sempat terpikir tadi, pasien-pasien di bangsal Penyakit Dalam ini pada sholat ga ya?? Kalau keluarganya si ada beberapa yang tak liat masih sholat, tapi pasiennya….kurang tahu…tapi sejak aku di sini 5 minggu yang lalu, belum pernah aku melihat ada pasien yang sholat, atau tanya apakah boleh kena air wudhu? Atau… bagaimana ya sholatnya? Yang ada cuma pasien atau keluarga pasien yang tanya infusnya, penyakitnya, boleh makan apa aja, ya pokoknya masalah kesehatannya lah…atau kalau tidak, ya masalah administrasi.

Padahal, sholat adalah kewajiban, termasuk rukun Islam, yang menjadi pembeda antara seorang mukmin dengan kafir. Padahal, bukanlah dokter yang menyembuhkan, tapi Allah-lah yang menyembuhkan. Dan bagaimana bisa melupakanNya? Padahal, Dia yang menyempitkan tapi Dia juga maha Kuasa meluaskan.

Padahal, dalam aya-ayat cintaNya “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Padahal, Allah tlah memberi keringanan, dapat bersuci baik dengan air maupun debu yang suci. Lalu dapat sholat dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring.

Istiqomah memang sulit..semoga kita termasuk orang-orang yang istiqomah di jalanNya. Amiin…

Halaman Berikutnya »