Can you help me??? Juli 17, 2008
Posted by 4lif in Catatan kecil....trackback
Mbak, bisa minta tolong??
Kata-kata itu…halus ya…
Tapi bayangkan bila seharian kita terus menerus dimintai tolong, capek juga kan….
Iya kalau minta tolongnya hal yang sepele, lha kalau minta tolong mondar-mandir ngambil ini itu yang bikin capek, padahal itu bukan tugas kita, ya cape deh…!
Hari ini, hhh….ternyata jadi DM (dokter muda) itu multifungsi, mulai dari tugas dari dokternya sampai dari perawat dan bidannya. Pokoknya semua kalau ada DM ya DM aja yang disuruh, kalau ada yang salah ya DM yang pertama kali menjadi tersangka. Aku kok jadi kesal ya……capek…..kenapa kok ga sesuai tugas masing2 aja, kenapa harus menyuruh sesuatu yang bisa dikerjakan sendiri?????
Pokoknya lagi kesal hari ini, smua2 kok bilang… ”mbak DM, bisa minta tolong………?”
(mau nolak ya diancam dilaporin ke dokternya, mau membantu tapi kok ga bisa 100% ikhlas ya…..)

sabar ya lif…
it wasn’t only us who’s been thingkin in the same way.
‘kebiadaban’ (wah gawat terlalu kasar).manner mungkin ya yang sudah mendarah daging. sy berharap suatu saat ada polling yang menunjukan bahwa tingkat ’senioritas’ dalam dunia medis di indonesia sudah mencapai tahap yang tidak dapat ditolerir lagi. Salah satu kerabat yang saat ini mengambil PPDS obgyn di malaysia mengatakan melalui email bahwa beliau sangat bergirang hati menuntut ilmu di negeri jiran sebab ‘kegiatan injak menginjak’ terhadap orang baru tidak berlaku. tapi mungkin diplomasi dalam mengungkapkan sesuatu yang harus dikuasai dengan baik.
entah mengapa…apakah memang kita tidak dibiasakan untuk berdiplomasi dan mandiri sehingga yang muncul adalah “mbak DM…mbak DM…” kadang niy lif..ketika pikiran ‘buruk’ saya muncul,saya berbisik pada diri..”kasihan orang tuanya, mereka lupa mengajari anaknya untuk menggunakan tangan, mulut dan pikirannya dengan baik, sehingga yang bisa mereka lakukan hanyalah meminta tolong berulang ulang….permberian yang sempurna telah diberikan oleh Yang Maha Kuasa, entah bagaimana jadinya bila Dia mengambil.” dan saat itu juga saya diingatkan untuk tidak berpikiran demikian. Sudahlah… ini semua adalah sebuah adalah pilihan..dijalani saja dengan belajar ikhlas…saya tidak mungkin melawan hukum alam di Indonesa.Saya hanya berdoa..”semoga saya tidak melakukan kebiasaan tsb seperti yang mereka mereka lakukan..”
mari belajar ikhlas..
Cu
Mungkin.. mungkin memang tidak bisa sepenuhnya menyalahkan mereka. Kita sendiri -para DM- seharusnya bisa lebih siap ketika terjun ke RS (pasien), lebih siap teori ataupun praktek, dan ya itu tadi, aq setuju, kepiawaian berdiplomasi dan komunikasi.
dan membimbing para DM, aq akan lebih menghargai mereka, mempercayai mereka, dan membuat job description yang jelas, dan akan….membela mereka, hehe ^_^
Gmn ya…yang harus diperbaiki rasanya banyak sekali dan bingung mulai dari mana. Mulai dari penjaringan calon dokter, sistem pengajaran/ pendidikan dokter, RS pendidikan itu seperti apa (baik RSnya, dokternya, perawat dan bidannya, dll), juga kejelasan job description di dalamnya.
Kadang sempat terpikir, kalau aq nanti jadi spesiali (Amin…
(eh, kalau ada yang tersinggung dengan tulisan ini, maaf ya…
ini hanya sekadar mengungkapkan unek2 :>